Wednesday, 21 October 2015

Begini Nikmatnya Jadi Suami Istri



Lihatlah di luar sana, masih banyak para jomblo (sebatang kara) yang belum pada ketemu jodohnya. Kalau pun ada yang sudah tidak jomblo, itu karena mereka pacaran. Pacaran tentu tidak sama dengan menikah, sebab pacaran hanya tipu muslihat dibuat sendiri oleh si pelakunya seolah-olah mereka sudah menikah.
Menurut saya, pacaran adalah satu bukti pelampiasan syahwat karena kurangnya rasa kasih sayang dari keluarga dan orang sekitar saat mereka kecil dulu atau justeru saat mereka dewasa. Pacaran tentu tidak sama dengan menikah, sebab menikah itu full barokah sementara pacaran itu full maksiat. Mari kita urai masalah ini sedikit, sebelum kembali ke ucapan teman saya tadi yang mengatakan dia menyesal menikah.
Pertama, orang yang pacaran, jika saling memandang satu sama lain, itu adalah maksiat, tidak halal dan tercatat sebagai dosa di sisi Allah. Artinya, si pelaku pacaran dengan sengaja sudah menabung satu dosa untuk diri dan pasangan. Hebat bukan?
Bandingkan dengan mereka yang sudah menikah. Saling memandang satu sama lain dengan pandangan mesra dan penuh cinta justeru akan mengundang rahmat Allah Ta’ala. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan isterinya dan isterinya memperhatikan suaminya, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh rahmat.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)
Ya Rabbi…betapa bersyukurnya bagi ikhwan akhwat yang sudah menikah. Bayangkan, saling memperhatikan dan pandang memandang di antara keduanya bisa mengundang datangnya rahmat Allah Ta’ala. Inilah janji yang telah disampaikan oleh teladan terbaik sepanjang masa: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Lalu, siapakah yang tak iri melihat pasangan suami isteri yang sudah halal saling pandang memandang? So, bagi Anda yang lebih berani pacaran dari pada menikah, maka berfikirlah untuk segera menghalalkan pacar Anda menjadi pacar yang halal.
Kedua, orang yang pacaran dan saling bergenggaman tangan dengan pasangannya maka jelas hukumnya haram. Tidak ada satu perintah pun dalam syariat Islam ini yang menghalalkan saling berpegangan tangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya. Jangankan berpegangan tangan, hanya sekedar bersentuhan saja dengan lawan jenis hukumnya haram.
Perhatikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ini, “Kepala salah seorang dari kamu jika ditusuk dengan jarum dari besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Kabir 20/210 dari Ma’qil bin Yasar, lihat Ash-Shahihah no. 226).
Lalu bagaimana dengan mereka yang sudah menikah? Bergenggaman tangan bagi mereka yang sudah menikah akan mengundang pahala dan ridha Allah Ta’ala. Dalam sebuah hadis, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “…Manakala suaminya merengkuh telapak tangannya (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-isteri itu dari sela-sela jari-jemarinya.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)
Jadi, mana yang lebih beruntung: orang yang memilih untuk tetap pacaran dengan sejuta alasannya dalam kubangan kemaksiatan itu. Atau, para lelaki dan wanita-wanita yang lurus imannya dan menjadikan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai satu-satunya idola dan memutuskan untuk menikah?
Ketiga, muda mudi yang pacaran, tak jarang mereka saling membelai pasangannya satu sama lain. Tujuannya agar dibilang penuh perhatian, cinta atau sekedar menunjukkan kepedulian satu sama lain. Apakah hal itu membuat Allah ridha dan senang? Tentu saja tidak. Allah tak ridha melihat seorang pemuda membelai pemudi sementara keduanya belum terikat hubungan yang sah (menikah).
Sebaliknya, seorang lelaki yang sudah menikah dan membelai isterinya saat mereka sedang berdua-duaan, adalah perbuatan halal dan diberkahi Allah Ta’ala. Perhatikan apa yang dilakukan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasalam. “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasalam biasa setiap hari tidak melupakan untuk mengunjungi kami (para isterinya) seorang demi seorang. Nabi menghampirinya dan membelainya, sekalipun tidak mencampurinya, sehingga sampai ke tempat isteri yang tiba gilirannya, lalu bermalam di situ.” (HR. Abu Dawud)
Jadi, pilih membelainya setelah ia sah menjadi isteri, atau tetap membelainya padahal ia belum halal.
Keempat, orang yang sudah menikah, membantu pekerjaan isterinya di rumah adalah sebuah kemuliaan bukan sebaliknya merasa berat apalagi gengsi. Membantu meringankan pekerjaan rumah adalah sunnah yang biasa dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Al-Aswad bin Yazid bertanya kepada Aisyah, “Apa yang biasa dilakukan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di dalam rumah?” Aisyah menjawab, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam biasa membantu pekerjaan isterinya. Bila tiba waktu shalat, Nabi pun keluar untuk mengerjakan shalat.” (HR. Bukhari)
Begitulah, membantu meringankan beban isteri di rumah akan mengundang pahala jika dikerjakan dengan ikhlas. Sebaliknya, membantu mengerjakan tugas kuliah pacar boleh-boleh saja, tapi bisa jadi motivasinya beda: supaya terlihat care (peduli) dan dibilang makin cinta.
Kelima, orang pacaran, bercandanya tak ada manfaat alias sia-sia, buang-buang waktu dan penuh kepura-puraan supaya kemesraan semu itu terlihat. Lebih dari itu, sekali lagi Allah Ta’ala tak pernah meridhai mencintai lawan jenis sebelum dibangun dalam bingkai pernikahan yang sah.
Sebaliknya, setiap ikhwan akhwat yang sudah menikah, maka bercandanya pun tak terhitung sia-sia. Artinya, dengan candaan yang dilakukan seorang suami kepada isterinya, maka hal itu akan melanggengkan rasa cinta yang terjalin antara keduanya.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Segala sesuatu yang dijadikan permainan oleh anak Adam adalah bathil (sia-sia), kecuali tiga perkara, melepaskan panah dari busurnya, latihan berkuda, dan senda gurau (mula’abah) bersama keluarganya, karena itu adalah hak bagi mereka.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir , Silsilah As-Shahihah no. 309).
Saya jadi teringat lagi ungkapan teman saya di atas yang mengatakan, “Saya menyesal sekali menikah!” Dengan penasaran dan polos saya pun bertanya lagi, “Mengapa kamu menyesal menikah?”
“Ya, bagaiman saya tidak menyesal, kalau tahu nikmatnya menikah itu seperti yang saya rasakan sekarang ini, maka seharusnya sudah dari dulu saya menikah,” jawabnya sambil tertawa lebar. Mendengar jawaban teman saya itu, saya pun tertawa karena merasa bersyukur bisa segera menikah tanpa harus mendahuluinya dengan pacaran.(R02/P2)
Sumber : Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Korban Tembak Mati Pasukan Israel Adalah Anak-anak Palestina



Ramallah, 9 Muharram 1437/22 Oktober 2015 (MINA) – Seorang pemuda Palestina meninggal dunia akibat ditembak tentara Israel di dekat Al-Quds, pada Rabu (21/10), sementara seorang pria tua Palestina meninggal dunia dalam bentrokan yang sedang berlangsung di Kota Hebron, selatan Tepi Barat.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan, dua warga Palestina yang menjadi korban pembunuhan tentara Israel Rabu kemarin menambah deretan jumlah korban dari pihak Palestina dalam gerakan Intifadhah Ketiga di wilayah Tepi Barat, Al-Quds, Gaza, Dan wilayah Palestina dijajah Israel.
Sejak 1 Oktober 2015, sampai berita ini ditulis sejumlah 53 warga Palestina, termasuk 11 anak-anak, meninggal dunia, dan lebih dari 2.000 lainnya terluka oleh tembakan pasukan Israel. Sementara dari pihak Israel sedikitnya delapan orang, termasuk tentara penjaga perbatasan di Al-Quds dan Rabbi radikal Yahudi tewas, serta puluhan lainnya luka-luka dalam serangan penikaman pisau dan menabrakkan mobil oleh warga Palestina.
Menurut Kemenkes Palestina menunjukkan sejak awal Oktober, sejumlah 5.500 warga dirawat karena efek dari menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel menargetkan demonstran Palestina.
Pada Rabu sore, Moa’taz Attalah Qassem, 22, ditembak mati oleh tentara Israel di luar permukiman Israel ilegal “Adam”, dekat Distrik Jaba’, utara Al-Quds. Dia adalah warga Palestina dari Distrik Eazaryia, dekat Al-Quds.
Qassem ditembak mati setelah diduga ia mencoba untuk menusuk dua tentara Israel di bundaran Jaba’ di luar pemukiman ilegal Yahudi itu, demikian International Middle East Media Center (IMEMC) melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis (22/10).
Menurut saksi mata, pria itu ditembak dengan beberapa peluru di kepala dan perut, sementara para pemuda Palestina lainnya yang berada di dekat daerah insiden ditangkap tentara Israel dan dibawa ke lokasi yang tidak diketahui. Jenazah Qassem hingga saat ini masih belum diketahui.
Pasukan Israel menutup jalan, yang mengarah ke kota terdekat dari Ramallah dan bagian utara Tepi Barat yang menyebabkan memutuskan lalu lintas di sekitar wilayah itu.
Sebelumnya pada Rabu siang, Hashem al-‘Azza (54), dari lingkungan Tel Romeida di kota tua Hebron, meninggal akibat efek parah menghirup gas air mata, setelah puluhan tentara menyerbu daerah Zawiya di kota dan bentrok dengan pemuda setempat , sumber medis di Rumah Sakit Pemerintah Hebron melaporkan.
Petugas medis bergegas ke tempat kejadian, dan mencoba untuk menstabilkan kondisinya, sebelum dibawa ke rumah sakit, di mana ia meninggal akibat menderita efek parah menghirup gas air mata.
Beberapa warga Palestina ditembak dengan peluru baja berlapis karet, sementara puluhan lainnya menderita akibat efek dari menghirup gas air mata, di daerah Bab Az-Zawiya, dan Tareq Bin Ziad Street.
Selain itu, seorang warga Palestina juga ditembak dengan peluru hidup di bagian dada, selama bentrokan dengan tentara Israel di daerah Dowwara, di Distrik Sa’ir, utara Hebron.
Sebelumnya, Selasa (20/10) malam, tentara Israel menembak dan membunuh dua remaja Palestina, berusia 15 dan 17 tahun, di Kota Tua Hebron, diduga setelah mereka “berusaha menyerang tentara”. Militer Israel mengklaim satu tentara terluka ringan.
Bentrokan lebih parah pada Rabu kemarin dilaporkan terjadi di Kota Ramallah pusat Tepi Barat, Betlehem dan Nablus. Di Betlehem dua pemuda ditembak dengan peluru hidup. Di Ramallah, sejumlah 17 orang terluka oleh pasukan Israel yang menembakkan peluru hidup, peluru baja dilapisi karet dan gas air mata.
Selain itu, setidaknya sedikitnya 54 warga Palestina diculik selama invasi tentara dan pennggeledahan rumah pada Rabu kemarin, menargetkan sejumlah komunitas Tepi Barat. Sejumlah 21 orang dari mereka yang diculik dari kota Hebron, sisanya diculik selama serangan militer di permukiman Palestina di Kota Nablus, Jenin dan Betlehem.
Berikut nama-nama warga Palestina yang dibunuh tentara Israel sejak awal Oktober:
Tepi Barat dan Al-Quds:
  1. Mohannad Halabi, 19, Al-Biereh – Ramallah. Ditembak setelah diduga menyambar pistol dan membunuh dua orang Israel.
  2. Fadi Alloun, 19, Al-Quds. Klaim Israel mengenai ‘serangan’ Fadli bertentangan dengan saksi mata dan video.
  3. Amjad Hatem Al-Jundi, 17, Hebron.
  4. Thaer Abu Ghazala, 19, Al-Quds.
  5. Abdul-Rahma Obeidallah, 11, Bethlehem.
  6. Hotheifa Suleiman, 18, Tulkarem.
  7. Wisam Jamal Faraj, 20, Al-Quds.
  8. Mohammad al-Ja’bari, 19, Hebron.
  9. Ahmad Jamal Salah, 20, Al-Quds.
  10. Ishaq Badran, 19, Al-Quds. Klaim Israel atas ‘serangan’ Ishaq bertentangan dengan saksi mata.
  11. Mohammad Said Ali, 19, Al-Quds.
  12. Ibrahim Ahmad Mustafa Awad, 28, Hebron. ditembak peluru baja berlapis karet pada dahinya.
  13. Ahmad Abedullah Sharakka, 13, Kamp Pengungsian Al-Jalazoun-Ramallah.
  14. Mostafa Al-Khateeb, 18, Sur-Baher, Al-Quds.
  15. Hassan Khalid Manassra, 15, Al-Quds.
  16. Mohamed Nathmie Shamassnah, 22, Kutneh-Al-Quds.
  17. Baha ‘Elian, 22, Jabal Al Mokaber-Al-Quds.
  18. Mutaz Ibrahim Zawahra, 27, Bethlehem. Ditembak peluru hidup di bagian dada selama bentrokan.
  19. Ala ‘Abu Jammal, 33, Al-Quds.
  20. Bassem Bassam Sidr, 17, Hebron.
  21. Ahmad Abu Sh’aban, 23, Al-Quds.
  22. Ibrahim Dar-Yousif, 46, desa Al Janyia Ramallah (meninggal dunia saat sedang memanen zaitun)
  23. Fadi Al-Darbi, 30, Jenin – meninggal di kamp tahanan Israel.
  24. Eyad Al Khalil Awawdah, Hebron.
  25. Ihab Hannani, 19, Nablus.
  26. Fadel al-Qawasmi, 18, Hebron. Ditembak oleh pemukim illegal Israel bersenjata lengkap, tentara Israel tertangkap dalam sebuah rekaman video sengaja menempatkan pisau di dekat tubuh Fadel.
  27. Mo’taz Ahmad ‘Oweisat, 16, Al-Quds. Militer mengklaim dia memiliki pisau .
  28. Bayan Abdul-Wahab al-‘Oseyli, 16, Hebron. Militer mengklaim dia memiliki pisau .
  29. Tariq Ziad an-Natsha, 22, Hebron.
  30. Omar Mohammad al-Faqeeh, 22, Qalandia. Militer mengklaim dia memiliki pisau .
  31. Mohannad al-‘Oqabi, 21, Negev.
  32. Hoda Mohammad Darweesh, 65, Al-Quds.
  33. Hamza Mousa Al Amllah, 25, dari Hebron, dibunuh di dekat permukiman ilegal “Gush Atzion” dekat Hebron.
  34. Odai Hashem al-Masalma, 24, Distrik Beit ‘Awwa dekat Hebron.
  35. Hussam Isma’el Al Ja’bari, 18, Hebron.
  36. Bashaar Nidal Al Ja’bari, 15, Hebron.
  37. Hashem al-‘Azza, 54, Hebron.
  38. Moa’taz Attalah Qassem, 22, Distrik Eazaryia dekat Al-Quds.
Jalur Gaza:
  1. Shadi Hussam doula, 20.
  2. Ahmad Abdul-Rahman al-Harbawi, 20.
  3. Abed al-Wahidi, 20.
  4. Mohammad Hisham al-Roqab, 15.
  5. Adnan Mousa Abu ‘Oleyyan, 22.
  6. Ziad Nabil Sharaf, 20.
  7. Jihad al-‘Obeid, 22.
  8. ​​Marwan Hisham Barbakh, 13.
  9. Khalil Omar Othman, 15.
  10. Nour Rasmie Hassan, 30. Meninggal dunia bersama dengan anaknya dalam serangan udara Israel.
  11. Rahaf Yihiya Hassan, berusia dua tahun. Tewas bersama ibunya yang sedang hamil dalam sebuah serangan udara Israel.
  12. Yihya Farahat, 23.
  13. Shawqie Jaber Obed, 37.
  14. Moahmed Ehmeed, Umur tidak diketahui.
  15. Ahmad al-Sarhi, 27.
Sumber : Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Obat Tradisional Asam Lambung




Pengobatan Tradisional Asam Lambung – Apabila anda menderita gangguan pada lambung seperti mulas, mual, kembung, gas berlebih, dan ketidaknyamanan perut setelah makan mengindikasikan terjadinya kelebihan asam lambung. Apabila penyakit ini dibiarkan maka akan membahayakan organ lainnya. (Baca : Bahaya Naiknya Asam Lambung dan Komplikasi Asam Lambung )
Segera lakukan pengobatan yang tepat. Saat ini banyak masyarakat yang percaya hanya pada obat obatan berbahan kimia dan juga obat medis lainnya. Padahal, nenek moyang kita telah memberikan ramuan tradisional secara turun menurun yang mampu menyembuhkan penyakit asam lambung. Bukan hanya itu, saat ini para ahli pun turun merekomendasikan ramuan tradisional tersebut karena telah teruji pada hasil penelitiannya.
Selain obat-obatan kimia, kelebihan asam lambung dapat diredakan dengan pengobatan tradisional asam lambung berikut ini :
1. Cincau  Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Caranya:
  • 1 genggam daun cincau (kira-kira 80 gram berat basah).
  • Daun dicuci lalu digiling halus.
  • Lalu diremas dengan air masak seperlunya dan disaring,
  • diberi air kapur sirih seperlunya agar lekas menjadi kental.
  • Setelah menggumpal dimakan dengan air gula atau sirup.
  • Dalam sehari cara ini dilakukan 3 kali, masing-masing dengan gelas ukuran kira-kira 200 cc.
2. Meniran Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Tanaman ini merupakan tanaman terna yang tumbuh tegak pada tempat lembab dan berbatu.
Caranya:
  • Cuci
  • Rebus segenggam daun meniran dalam 3 gelas air bersih.
  • Merebusnya dilakukan hingga volume airnya tinggal setengahnya.
  • Sesudah dingin disaring lalu diminum dengan madu seperlunya.
  • Cara ini dilakukan 3 kali dalam sehari.
3. Mentimun Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Caranya :
  • Beli mentimun segar. Pastikan kulit mentimun berwarna hijau tanpa bintik-bintik kuning atau hitam. Mentimun yang berwarna kekuningan atau layu menunjukkan kurangnya kesegaran.
  • Iris memanjang mentimun setebal kurang lebih 1 cm. Makan 2 potong setiap 2 jam untuk menyembuhkan kelebihan asam lambung.
  • Anda dapat makan irisan mentimun lebih banyak atau sedikit tergantung pada keparahan gejala.
  • Kupas kulit dan buang biji mentimun untuk menjaga kesegaran dan kandungan nutrisinya.
  • Campur mentimun dengan bahan-bahan lain yang juga berkhasiat meredakan keasaman lambung, seperti yogurt, wortel, mint, atau bawang putih mentah.
  • Cara lain, campur 1 cangkir yoghurt dan setengah buah mentimun parut dengan garam, merica, dan bawang putih secukupnya.
  • Anda bisa mencampurkan saus ini pada salad atau roti untuk mencegah keasaman lambung.
  • Gunakan irisan mentimun dalam salad, tapi jangan terlalu banyak menggunakan cuka untuk menyembuhkan keasaman lambung.
  • Cuka yang terlalu banyak hanya akan membuat lambung semakin asam.[]
4. Kunyit Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Sifat-sifat kunyit yang dapat menyembuhkan luka sudah dilaporkan sejak tahun 1953. Studi kasus untuk sakit perut akibat tukak lambung, setelah 12 minggu pengobatan, 88% pasien yang menerima pil kunyit (3 pil, yang setara dengan 4 g) memperlihatkan perbaikan dan satu kasus tersembuhkan.
Caranya:
  • Siapkan 2 jari tangan kunyit.
  • Dikupas dan dibersihkan, diparut, dan ditambah air matang.
  • Setelah itu, diperas melalui kain bersih.
  • Hasilnya didiamkan dan diambil airnya.
  • Dalam sehari diminum 2 kali, masing-masing satu ramuan.
  • Meminumnya pagi sebelum makan dan malam sebelum tidur.
5. Kamomila Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Di Jawa Barat, tanaman kamonila dikenal sebagai teh kembang. Dulu di Garut kamomila digunakan sebagai bahan tambahan teh hijau.
Caranya:
  • 1 sendok teh bunga kamomila.
  • Air panas sebanyak 150 ml dituangkan ke dalamnya,
  • didiamkan selama 5 – 10 menit,
  • lalu diminum.
  • Frekuensi meminumnya 3 – 4 kali sehari.
6. Kemangi hutan / Lampes Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Kemangi hutan berupa terna atau perdu bercabang banyak setinggi 0,30 – 1,50 m. Dapat ditemui di seluruh Jawa dari dataran rendah.
Caranya:
  • sebagai obat tukak lambung dianjurkan untuk mengkonsumsi daun segar kemangi hutan (lampes) sebagai lalap setiap hari.
7. Kencur
Caranya:
  • 1 jari rimpangnya.
  • Rimpang dicuci bersih dikupas dan dikunyah dengan garam seperlunya.
  • Sesudah halus dikunyah, kencur ditelan, disusul dengan minum air hangat.
  • Ini dilakukan 3 kali dalam sehari.
8. Lidah buaya Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Aloenin dan Magnesiun laktat dalam daun lidah buaya yang diidentifikasikan dapat menghambat sekresi asam lambung.
Caranya:
  • Gel segar dari sekitar 1 lembar daun lidah buaya,
  • diminum untuk sekali minum.
  • Dalam sehari perlu meminumnya sebanyak 2 kali.
  • Untuk memperbaiki rasa gel bisa diberi madu secukupnya.
  • Ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi ramuan ini.
9. Pisang raja Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Buah ini mampu melindungi selaput lendir akibat peningkatan asam lambung karena mengandung antitukak peptik. Cara menggunakannya: pilih pisang yg sudah tua tetapi belum matang. Potong pisang tersebut kecil-kecil menyerupai keripik. Jemur potongan tersebut dengan cara diangin-anginkan. Setelah kering, blender atau tumbuk hingga terlihat seperti tepung. Cara mengkonsumsinya cukup campur 2 sendok bubuk pisang tadi dengan madu asli, setelah itu diminum pada pagi dan malam hari.
10. Susu kambing Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Untuk pengobatan maag, cukup minum segelas susu kambing secara teratur karena susu kambing memiliki basa yang bisa menetralkan asam lambung yg berlebihan.
11. Ketela Pohon Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Cara penggunaanya: Parut ketela pohon yang telah dikupas dan dicuci dengan bersih. Peras parutan tersebut hingga terdapat endapan sari/patinya. Makan endapan tersebut secara teratur pagi dan sore.
12. Kacang Hijau Sebagai Pengobatan Tradisional Asam Lambung
Kacang hijau juga sangat bermanfaat untuk pengobatan sakit maag karena mampu menebalkan lapisan lambung. Selain itu, juga bisa menetralkan kadar asam lambung yang berlebih. Cara mengkonsumsinya cukup makan bubur kacang hijau buatan sendiri yang tanpa santan. Usahakan jangan terlalu lama memasaknya. Makan bubur tersebut secara rutin pagi dan sore.
Apabila cara diatas kurang memberikan efek yang bagus. Kami rekomendasikan obat herbal ekstrak teripang yang sudah terbukti dan teruji khasiatnya. Legalitas jelas dan didukung dengan banyaknya testimoni dari konsumen yang berhasil sembuh. Info lengkapnya silahkan hubungi dokter.